• RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Seperti apa suara petir di Jupiter atau plasma di zona antar-bintang di pinggiran Tata Surya? 




Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membuat sebuah pustaka suara di Sound Cloud yang memungkinkan siapa pun mendengarkan suara-suara di alam semesta yang tak pernah didengar sebelumnya.

Terungkap, suara petir di Jupiter yang merupakan hasil rekaman wahana Voyager 1 ternyata mirip dengan suara pesawat. Sementara plasma di zona antar-bintang mirip embusan angin.

Pustaka suara yang dibuat oleh NASA bisa diakses dengan mengeklik tautan ini. Selain suara alam semesta, terdapat juga suara pesawat antariksa yang sedang diluncurkan maupun saat terbang mengarungi angkasa.

Pustaka suara ini mengagumkan. Sebabnya, suara-suara itu bahkan tak bisa didengar bila manusia berada di luar angkasa.

NASA juga mengunggah suara John F Kennedy saat mengumumkan misi ke Bulan. Selain itu, juga suara-suara legendaris terkait misi Apollo, seperti kata-kata Neil Armstrong, "One small step for (a) man, one giant leap for mankind."

Uniknya, semua suara tersebut bisa digunakan sebagai nada dering ponsel. Anda atau siapa pun yang memanggil Anda lewat telepon seluler bisa mendengarkannya setiap saat.

Selasa, 28 Oktober 2014

Senin (20/10/2014) dini hari mendatang, sebuah komet bakal lewat dekat Mars. Jarak komet bernama C/2013 A1 atau Siding Spring tersebut dengan Mars hanya 131.800 km, sangat dekat dalam skala astronomi.

Dampak di Mars, debu komet bakal menyelimuti planet merah. Debu akan masuk ke atmosfer, berpotensi menimbulkan hujan meteor yang mengagumkan. Pada saat yang sama, wahana manusia yang kini berada di Mars terancam terganggu fungsinya.

Mari berandai-andai, bagaimana bila komet Siding Spring yang punya diameter 700 meter itu mendekati Bumi dan menumbuk daratan kita? Bagaimana pula bila lokasi jatuhnya ada di Indonesia.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo dengan bantuan killerasteroid.org serta Down Earth membuat sebuah simulai. Dari simulasi itu, bila menumbuk Bumi, dampak tumbukan komet Siding Spring memang dahsyat.

Ma'rufin menerangkan, jika massa jenis inti komet dianggap 1 gram per sentimeter kubik, maka dengan diameter 700 meter dan kecepatan 56 km/detik, tumbukan bisa membentuk kawah berdiameter 5.400 meter dan kedalaman hampir 500 meter.

Saat mendarat di Bumi, bola api bersuhu 10.000 derajat Celsius berukuran 13 kilometer bakal tercipta. Goncangan setara gempa bermagnitudo 8 akan terjadi. Energi kinetik yang dilepaskan bakal mencapai 61.000 Megaton TNT atau 3 juta kali bom Hiroshima.
Ma'rufin SudibyoSimulasi apabila Siding Spring menumbuk Monas.

Nah, bila komet itu jatuh di Monas, Jakarta, gelombang kejut yang tercipta bakal bisa merontokkan bangunan beton hingga sejauh Merak di sebelah barat dan Karawang-Bandung di sebelah timur.

Sinar inframerah berintensitas tinggi yang dihasilkan dari tumbukan bisa membuat orang hingga Jawa tengah dan Lampung Barat mengalami luka bakar tingkat satu. Dampak serupa akan muncul di daratan mana pun komet mendarat.

Apabila komet jatuh di Samudera Hindia, maka akibatnya adalah tsunami. Berdasarkan simulasi, tsunami yang ditimbulkan minimal berketinggian 7 meter, berpotensi mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Ma'rufin SudibyoSimulasi dampak apabila komet Siding Spring jatuh di Samudera Hindia.

Dalam percakapan dengan Kompas.com, kamis (16/10/2014), Ma'rufin mengatakan, "Semakin besar energinya, semakin jauh jangkauan perusak gelombang kejutnya dan semakin jauh juga jangkauan perusak sinar inframerah intensitas tingginya."

"Kalo untuk gelombang kejut, ada fungsi jarak pangkat tiga untuk penurunan kekuatan perusaknya. Sementara untuk sinar panas  atau inframerah, fungsinya jarak pangkat dua," imbuhnya.

Ini semua hanya simulasi. Kenyataannya, Siding Spring tidak akan menuju Bumi. Walau sempat diramalkan akan menumbuk Mars, komet tersebut kini hanya diprediksi lewat sangat dekat dengan planet itu.
Siding Spring ditemukan pada 3 Januari 2013 oleh Robert H McNaught. Nama Siding Spring diambil dari nama observatorium yang dipakai untuk pengamatan, Siding Spring Observatory di Australia.

Kamis, 16 Oktober 2014

Selama 4 miliar tahun lebih, Bulan mengorbit Bumi. Namun, belakangan, satelit planet manusia itu ternyata tak sendirian. Muncul objek misterius, yang bertindak sebagai 'bulan kedua'. Apakah itu? Ternyata itu adalah Asteroid 2014 OL339.

Batu angkasa selebar 150 meter tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mengorbit matahari. Jaraknya dengan Bumi cukup dekat sehingga terlihat sebagai satelitnya.

Asteroid tersebut adalah kuasi-satelit Bumi terbaru -- batu angkasa yang mengorbit Matahari namun cukup dekat dengan planet manusia sehingga terlihat seperti pengikutnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/10/2014), objek aneh tersebut ditemukan pada 29 Juli 2014 oleh astronom Farid Char dari Chilean University of Antofagasta.


"Asteroid tersebut nongkrong di dekat Bumi sekitar 775 tahun. Batu angkasa itu akan terus melakukannya selama 165 tahun ke depan," kata Carlos dam Raul de la Fuente Marcos dari Complutense University of Madrid, Spanyol, seperti dimuat situs sains NewScientist.

Asteroid tersebut memiliki orbit elips. Ia membutuhkan waktu 364,92 hari untuk mengelilingi Matahari. Itu berarti 2014 OL339 dan Bumi berada dalam 'orbit yang resonan'.
Kondisi itu terjadi ketika dua objek yang mengorbit memberikan pengaruh gravitasi satu sama lain karena orbitnya yang terkait erat.

Misalnya, Pluto dan Neptunus berada dalam resonansi orbital 2:3. Artinya, setiap 2 kali Pluto mengelilingi Matahari, Neptunus menempuh 3 perjalanan sekitar bintang tersebut.

Asteroid 2014 OL339 mengorbit Matahari dalam jangka waktu yang sama dengan Bumi. Namun, gravitasi planet kita mempengaruhi gerakannya. Seperti orang dewasa mendorong anak di ayunan
Dilihat menggunakan teleskop canggih dari Bumi, 2014 OL339 tampak seolah-olah mengorbit sekitar planet kita, relatif  bergerak mundur terhadap bintang-bintang.

Sejumlah batu angkasa lainnya pernah masuk ke orbit yang membuat mereka terlihat seolah-olah mengitari bumi.

Seperti halnya 2014 OL339, beberapa dari mereka membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk mengitari Matahari, dalam orbit elips. Demikian menurut Phil Plait, yang menulis di blog Bad Astronomy.

Yang paling terkenal adalah 3753 Cruithne, asteroid sepanjang 5 kilometer yang ditemukan pada 1986 -- dan baru pada 1997 para ilmuwan mengungkap rutenya yang tak biasa.

Planet kita juga memiliki sejumlah 'minimoon' -- bulan mini -- yang sesungguhnya adalah asteroid-asteroid kecil yang terhisap tarikan gravitasi Bumi dan akhirnya mengorbit ke planet manusia, meski dalam jangka waktu lebih pendek. Beberapa bulan hingga setahun.

Para ilmuan berharap suatu hari bisa 'menangkap' kuasi-satelit yang mungkin mengandung sampel berharga, berupa material yang sebagian besar tidak berubah sejak awal kelahiran Tata Surya 4,6 miliar tahun lalu.

Pada tahun 2012, sebuah tim yang dipimpin University of Hawaii di Manoa mengkalkukasi kemungkinan bahwa pada waktu tertentu Bumi memiliki lebih dari satu bulan atau satelit.

Mereka menggunakan superkomputer untuk mensimulasikan lintasan 10 juta asteroid yang melewati Bumi. Kesimpulan yang mereka hasilkan, di saat tertentu, setidaknya 1 asteroid dengan diameter minimal satu meter yang mengorbit Bumi.

Minggu, 05 Oktober 2014

Sebuah patung perunggu langka dari Larantuka, Flores, hilang secara misterius pada tahun 1977. Kini, berdasarkan laporan harian The Australian, Jumat (19/9/2014), patung itu berada di Galeri Nasional Australia.



Patung yang hilang merupakan figur seorang perempuan yang menentun sambil menyusui bayinya. Sebelum hilang, seorang fotografer mengabadikan patung tersebut dalam genggaman wanita Flores.

Hingga kemudian, diperkirakan pada tahun 1977, patung itu hilang secara misterius. Entah bagaimana caranya, benda antik itu lalu diketahui berada di tangan seorang kolektor asal Swiss.

Tahun 1996, foto patung perunggu langka bersama seorang wanita Flores itu dipublikasikan dalam buku "Fragile Traditions, Indonesian Art in Jeopardy" karangan Michael Taylor, kini Direktur Program Sejarah Kebudayaan Asia di Smithsonian.

Dalam bukunya, Taylor tidak menyebutkan bahwa benda antik itu diambil secara ilegal dari Indonesia. Namun, ia menyatakan, fakta bahwa benda itu bernilai tinggi seharusnya membuat siapa pun berhati-hati akan adanya tarnsaksi penjualan di baliknya.

Biasanya, buku antropologi dan survei arkeologi dijadikan petunjuk bagi individu atau institusi guna mencari barang antik. Tak jelas apakah Galeri Nasional Australia melakukan hal itu, namun tahun 2006, patung perunggu Larantuka mulai jadi koleksi museum tersebut.

Patung perunggu itu dibeli Galeri Nasional Australia dengan harga 4 juta dollar AS. Harga itu diduga empat kali lipat lebih mahal dari harga yang dibayar oleh kolektor asal Swiss yang membeli sebelumnya.

The Australian telah menanyakan kepada pihak galeri apakah sudah melakukan penelitian tentang asal-usul benda antik serta kepemilikannya. Namun, pihak galeri belum memberikan respon.

Pembelian patung perunggu asal Larantuka pada tahun 2006 disaksikan secara langsung oleh direktur galeri Ron Radford dan kurator seni Asia, Robyn Maxwel, yang pensiun akhir bulan lalu.

Ada 31 eksemplar buku Fragile Traditions yang tersebar di seluruh galaeri Australia, termasuk satu ekspemplar di Galeri Nasional Australia. Seharusnya, Radford dan Maxwel mengetahui buku dan patung tersebut.

Bukan sekali ini saja benda antik milik negara lain berada di Galeri Nasional Australia. Sebelumnya, patung Dewa Shiwa menari yang berasal dari India juga berdiam di museum tersebut.

Patung itu dibeli dari seorang kolektor bernama Subhash Kapoor dengan harga 5,6 juta dollar. Galeri Nasional Australia sejak dipimpin Radford telah menghabiskan dana 11 juta dollar AS untuk membeli benda antik dari Kapoor.

Diketahui milik India, patung Dewa Shiwa itu kemudian diberikan oleh Tony Abbot kepada Perdana Menteri India Nahendra Modi secara cuma-cuma. Sementara, patung lain hingga kini masih dipamerkan.

Pakar benda cagar budaya dari University of Qeensland, Patrick O’Keefe, menilai bahwa Galeri Nasional Australia seharusnya melakukan cek kepada galeri seni dan pemerintah Indonesia sebelum memutuskan membelinya.

Selasa, 23 September 2014

Astronom baru saja menemukan lubang hitam supermasif di salah satu galaksi terkecil di alam semesta yang masih tetangga Bimasakti.

Lubang hitam yang terdapat di galaksi kerdil itu memiliki bermassa 21 kali Matahari. Temuan lubang itu membuat astronom beranggapan bahwa lubang hitam supermasif di galaksi kerdil sebenarnya umum.

Sebelumnya, astronom hanya memastikan bahwa setiap galaksi besar memiliki lubang hitam yang masif. Lubang hitam itu eksis sejak "masa kanak-kanak" alam semesta, kurang lebih 800 juta tahun setelah Big Bang (13,8 miliar tahun lalu).

Tentang ada tidaknya lubang hitam di galaksi kerdil, astronom sebelumnya masih bertanya-tanya.

"Galaksi kerdil merujuk pada galaksi yang kecerlangannya tak sampai seperlima kecerlangan Bimasakti," kata Ani Seth, astronom dari University of Utah. Galaksi ini cuma berdiameter ratusan hingga ribuan tahun cahaya. Bimasakti berdiameter 100.000 tahun cahaya.

Hingga kemudian, Seth menginvestigasi galaksi yang disebut galaksi supermampat. Galaksi itu begitu padat bintang. "Ini ditemukan di kluster galaksi primer, bisa disebut kota di alam semesta," katanya seperti dikutip Space.com, Rabu (17/9/2014).

Galaksi yang diinvestigasi bernama M60-UCD01, sebuah galaksi supermampat paling terang yang diketahui saat ini.

Galaksi tersebut terletak pada jarak 54 juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi kerdil ini mengorbit galaksi besar yang letaknya dekat dengan Bimasakti, M60. Jarak M60-UCD01 dengan M60 sekitar 22.000 tahun cahaya.

Investigasi dilakukan dengan teleskop inframerah dan optik Gemini North berukuran 8 meter di Mauna Kea, Hawaii.





Seth memperkirakan ukuran lubang hitam di M60-UCD01 dengan melihat gerakan bintang yang terdapat di galaksi itu. Dengan cara ini, ilmuwan bisa mengetahui massa yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan gravitasi yang mampu menarik bintang-bintang di galaksi itu.

Lubang hitam supermasif di Bimasakti memiliki massa 4 juta lebih besar dari Matahari atau 0,01 persen dari massa Bimasakti (50 miliar kali Matahari).

Sementara itu, lewat investigasi, ditemukan bahwa lubang hitam di M60-UCD01 berukuran lima kali lebih besar dari lubang hitam Bimasakti. Massa lubang hitam di M60-UCD01 juga lebih besar, 140 juta kali Matahari, atau 15 persen dari massa galaksi induknya.

"Ini luar biasa, mengingat Bimasakti 500 kali lebih besar dan 1.000 kali lebih berat daripada galaksi kerdil M60-UCD01," kata Seth.

Astronom bingung. Bagaimana bisa sebuah galaksi kerdil punya lubang hitam begitu masif. Astronom memperkirakan, awalnya M60-UCD01 adalah sebuah galaksi besar. Namun, seiring pergerakannya, galaksi ini bertabrakan dengan M60. Saat itu, bagian tepi galaksi M60-UCD01 bergabung dengan M60, hanya tersisa bagian intinya.

Senin, 28 Juli 2014

Tanah Sudan | Harta Karun Unik Dibawah Makam

Sebuah pemakaman berusia 2.000 tahun ditemukan di dekat Sungai Nil di Sudan. Uniknya, beberapa makam di sana terletak di bawah tanah.

Sejumlah arkeolog yang mengekskavasi sejumlah makam itu menemukan sejumlah harta karun, berupa artefak seperti cicin perak yang diukir dengan gambar dewa, juga kotak keramik yang didekorasi dengan bentuk mata besar -- yang para ahli meyakini, sebagai perlindungan menghadapi 'mata iblis'.

Penduduk desa tak sengaja menemukan pemakaman tersebut pada 2002, saat menggali selokan di Desa Dangeil. Sejak saat itu arkeolog terus melakukan ekskavasi di sana.

Pekuburan itu berasal dari masa ketika kerajaan yang disebut Kush berkembang di Sudan. Berpusat di kota kuno Meroe, yang berada dekat dengan Dangeil, Kush mengontrol area luas. Perbatasan utaranya membentang hingga Mesir yang kala itu dikuasai Romawi. Di masa itu Kush dipimpin oleh seorang ratu.

Meski Bangsa Kush membangun ratusan piramida, pemakaman bawah tanah itu sama sekali tak mengandung struktur di atasnya.

"Sampai sekarang kami tak tahu ukuran persis pemakaman tersebut," kata Mahmoud Suliman Bashir, arkeolog dari National Corporation for Antiquities and Museums (NCAM) Sudan kepada situs sains LiveScience, seperti dikutip Liputan6.com pada Rabu (13/8/2014).

NCAM bekerja sama dengan British Museum untuk mengekskavasi pemakaman tersebut. Dua lembaga tersebut baru-baru ini mempublikasikan buku online berjudul  Excavations in the Meroitic Cemetery of Dangeil, Sudan -- untuk mengungkapkan secararinci apa saja yang mereka temukan di sana.

"Tradisi pemakaman Kush mendeskripsikan kepercayaan yang tersebar soal kehidupan setelah mati di sana. Itu mengapa benda-benda dan makanan disertakan dengan jenazah," demikian tulis Bashir dan koleganya dari British Museum, Julie Anderson dalam buku mereka. "Barang-barang itu diyakini dibutuhkan si mendiang di kehidupan setelah mati."


Tim juga menemukan sejumlah benda yang dimaksudkan menjadi bekal di akhirat. Termasuk sejumlah botol besar yang dulunya berisi bir yang dibuat dari sorgum.

Di salah satu makam, mereka menemukan cincin perak yang diukir gambar dewa bertanduk. Benda tersebut dipulihkan dan dibersihkan di British Museum. Para ahli yakin, perhiasan jadi tersebut menggambarkan Dewa Amun -- yang di masa Kerajaan Kush -- seringkali digambarkan dengan kepala yang terlihat seperti seekor domba jantan. Sebuah kuil untuk memuja Amun yang berasal dari masa yang sama dengan pemakaman juga telah ditemukan di Dangeil.

Juga ditemukan harta berupa kotak keramik yang berhias mata, yang oleh orang Kush dan Mesir Kuno disebut "udjat". "Semacam aturan ritual untuk melindungi diri dari 'mata Iblis'," kata Bashir

Di pemakaman, para arkeolog juga menemukan 'nampan pesta' yang menarik, yang terdiri dari 7 cawan yang ditata bersama -- di mana 6 mangkuk mengelilingi satu yang ada di tengahnya. "Ini sangat unik, kami tak pernah menemukan yang seperti ini di manapun," kata Bashir. "Ini bisa digunakan untuk tempat makanan, 7 jenis dalam 1 tempat."

Satu makam berisi busur panah dan jenazah seorang pria yang menggunakan cincin batu di jempolnya. "Cincin di jempol dikenal sebagai objek yang berkaitan dengan panahan, yang digunakan untuk menarik tali busur ke belakang."

Di Kush, panahan memiliki peran penting dalam masyarakat. Para raja dan ratunya bahkan mengenakan cincin di jempol. Dewa perang bangsa Kush, Apedemak, yang berkepala singa juga terukir di busur yang ditemukan.

Dangeil, situs lokasi Kerajaan Kush terletak di 'katarak' kelima Sungai Nil. Ekskavasi di sana dilakukan oleh Berber-Abidiya Archaeological Project, kolaborasi antara NCAM dan British Museum.

Jumat, 04 Juli 2014

7 Mitos Sains | Salah dan dipercaya Bertahun-tahun

Ada banyak sekali mitos tentang sains yang berkembang di masyarakat dan tidak sedikit yang langsung dicerna atau juga dipercaya begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya.


Mulai dari mitos tentang cerita rakyat, hantu, makhluk jadi-jadian, mitos dalam dunia teknologi bahkan sampai dengan yang berhubungan dengan hal-hal yang berbau ilmiah.

Khususnya yang berhubungan dengan hal-hal berbau ilmiah, memang ada banyak yang benar karena dapat dibuktikan secara pasti. Namun ada pula yang salah, bahkan kesalahan tersebut diperparah dengan munculnya film-film yang terkait dengannya.

Berikut adalah 7 mitos dan fakta terkait dengan sains.

1. Kematian di Luar Angkasa

Dalam film-film Hollywood pada umumnya, banyak yang memperlihatkan scene seorang astronot akan membeku dan langsung meninggal tanpa bisa berbicara sepatah katapun ketika kaca helmnya pecah dan dia tidak tercover sama sekali.

Namun, para peneliti mengemukakan bahwa manusia masih dapat bertahan sekitar 15 sampai 30 detik di luar angkasa tanpa pelindung. Jadi ketika kaca helm pecah, maka astronot tersebut masih bisa berlari dengan nafas yang tersisa di dalam paru-paru menuju ke pesawat luar angkasanya untuk mendapatkan oksigen serta helm pengganti.

Akan tetapi, apabila astronot tersebut memilih untuk menahan nafas, maka ada waktu sedikit lebih lama sebelum kehabisan udara dan terbakarnya paru-paru.

2. Belum 5 Menit

Mungkin tidak sedikit yang mengetahui mitos apabila makanan jatuh maka dapat dimakan secara langsung asal tidak lebih dari 5 menit di permukaan atau tempat jatuhnya.

Penjelasan dari mitos tersebut adalah bakteri atau kuman yang ada di permukaan membutuhkan waktu lebih dari 5 detik sebelum dapat 'meracuni' makanan itu, maka apabila belum 5 menit, makanan yang jatuh dikatakan masih bebas atau steril dari bakteri.

Menurut penelitian, semua tempat di alam bebas memiliki kandungan bakteri, virus bahkan spora jamur yang terbang karena angin. Bakteri tidak membutuhkan waktu 5 menit untuk dapat 'meracuni' makanan.

Bahkan bakteri dapat langsung masuk ke dalam atau hanya di permukaan makanan yang jatuh tersebut dengan waktu tidak sampai 1 detik.

3. Koin Bisa Membunuh Orang

Ada anggapan dan mitos beredar di masyarakat bahwa apabila sebuah koin dijatuhkan dari atas ketinggian tertentu, seperti bangunan bertingkat di atas 5 lantai atau lainnya, maka pejalan kaki di bawahnya akan meninggal dunia apabila koin tersebut mengenai kepalanya.

Menurut penelitian, koin di desain secara simetris dan tidak aerodinamis. Jadi apabila ada koin yang jatuh dari puncak Monas pun dan mengenai seseorang di bawahnya, maka orang tersebut tidak akan mati, melainkan hanya benjol saja.

4. Petir tidak Menyambar Tempat yang Sama 2 Kali

Mitosnya, petir tidak akan menyambar sebuah tempat sebanyak dua kali. hal itu dipercaya oleh banyak orang, bahkan hampir di seluruh dunia. Namun, menurut penelitian, hal tersebut adalah salah.

Secara ilmiah, petir dapat menyambar satu titik selama berkali-kali dan tidak pilih-pilih. Petir memiliki sifat untuk menyambar apa saja yang lebih tinggi dari obyek sekitarnya.

hal itu dibuktikan dengan puncak menara atau bangunan tinggi pencakar langit yang di ujungnya terdapat alat penangkal petirnya. Menjadi satu hal yang lucu apabila alat penangkal petir itu hanya akan tersambar sebanyak satu kali saja

5. Di Luar Angkasa tidak Ada Gravitasi

Kebanyakan orang percaya bahwa di luar angkasa tidak memiliki gravitasi karena manusia atau obyek dapat terbang secara bebas. Menurut penelitian, gravitasi bukan hanya terdapat di bumi saja.

Ada berton-ton gravitasi di luar angkasa dengan tekanan yang berbeda-beda. Salah satu penjelasan yang mendasar adalah apabila tidak ada gravitasi, maka planet-planet dan bumi tidak akan bergerak seperti pada jalurnya untuk memutari matahari.

6. Susu Merupakan Unsur Penting untuk Tulang

Mungkin berulang kali di televisi atau juga mayoritas di iklan muncul pemberitahuan bahwa susu sangat baik untuk kesehatan tulang. Namun menurut ahli gizi, justru kandungan kalsium dalam susu tidak setinggi yang dibayangkan. Menurut penelitian, faktor atau unsur-unsur yang lebih penting dari susu adalah asupan protein, vitamin D dan juga olahraga.

7. Manusia Berasal dari Kera

Menurut teori evolusi Charles Darwin, manusia berasal dari kera yang mengalami evolusi dalam jutaan tahun. Walaupun mendapatkan banyak tentangan sampai dengan hujatan, namun teori tersebut mendapatkan banyak pengikut.

Menurut penelitian yang dilakukan secara bertahun-tahun oleh banyak ilmuwan, apa yang dikatakan oleh Darwin tersebut tidak memiliki dasar yang jelas karena manusia dan kera memiliki pohon keluarga yang berbeda.

Perlu ditegaskan bahwa manusia purba yang memiliki perawakan dan wajah mirip kera bukanlah kera dan kera dari lahir sampai mati akan tetap dalam bentuk kera, begitu pula dengan manusia.

hebat | jatuh dari lantai 11 bayi ini berhasil selamat


Arikel Selanjutnya :  Politik Jokowi | Telpon Ahok Soal Jakarta

Senin, 23 Juni 2014



Puluhan jamu tradisional masih antri untuk mendapatkan saintifikasi jamu atau jamu yang telah lolos uji ilmiah. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan tiga jamu lolos uji ilmiah pada tahun ini.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama ketika dijumpai wartawan di sela-sela Simposium Internasional Medical Plant and Traditional Medicine di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Rabu (4/6/2014), mengatakan saat ini sudah ada dua jamu yang mendapatkan saintifikasi jamu atau lolos uji ilmiah. Dua jamu tersebut adalah untuk hipertensi ringan, seo dan asam urat.
“Pada tahun 2014 direncanakan akan diperoleh tiga jamu saintifik yaitu untuk nyeri sendi, mual-mual atau kembung dan wasir,” ujarnya.
Diakuinya, selama ini penggunaan jamu sudah sangat lama dikenal oleh masyarakat. Namun untuk menguji secara ilmiah, maupun dari aspek khasiat, mutu dan jaminan keamanan obat tradisional harus dilakukan pengujian. Sampai saat ini, disebutkannya, baru diuji 24 formula jamu untuk menjadi kandidat formula jamu saintifik. Rinciannya, 19 formula jamu untuk uji klinik pre-post dan lima formula jamu untuk uji klinik multicenter.
“Puluhan jamu ini masih antre uji ilmiah. Jamu saintifik yang dihasilkan dari program akan digunakan untuk terapi komplementer di fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Tjandra mengatakan akan menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi milik negara untuk memproduksi massal lima jenis jamu berstandar ilmiah ini. Dirinya ingin memasarkan jamu hingga ke kancah internasional. Seperti halnya kegiatan digelarnya simposium internasional ini untuk mengenalkan jamu ke dunia internasional.
“Kami mengajak BUMN yang bergerak di bidang farmasi untuk memproduksi massal lima jenis jamu saintifik. Dua diantaranya sudah mendapat sertifikat lulus uji ilmiah,” katanya.
Tjandra menuturkan pemanfaatan produk tanaman obat dan jamu turun-temurun tanpa riset dan pengujian ilmiah. Guna membuktikan khasiat, mutu dan jaminan keamanan bagi pasien, metode ilmiah diterapkan di laboratorium B2P2TOOT. Pemerintah terus memantapkan pemakaian jamu masuk dalam sistem kesehatan nasional. Karena itu, dia mengatakan diperlukan sinergitas pemerintah pusat, Pemda, kalangan pengusaha dan akademisi guna mewujudkannya. Dari hasil riset, dia menyebutkan 77,8 %  rumah tangga memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional dan 49 % diantaranya mengkonsumsi ramuan.
“Jadi sekarang sudah saatnya untuk mengintegrasikan jamu dalam pelayanan kesehatan sesuai permenkes No 3/2010 tentang Saintifikasi Jamu,” jelasnya.